Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Hadiri Pernikahan Massal, Dukung Pembentukan Keluarga Sah secara Hukum dan Agama
News Tahuna – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Tendris Bulahari, menghadiri acara Pernikahan Massal yang diselenggarakan oleh Pokja I TP-PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Bupati dan diikuti oleh puluhan pasangan pengantin dari berbagai wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mendukung Keluarga Sakinah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Michael Thungari tidak hanya memberikan sambutan resmi, tetapi juga bertindak sebagai saksi resmi dalam prosesi pencatatan pernikahan bagi para pasangan pengantin. Hal ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk memastikan bahwa seluruh pernikahan di Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat secara sah menurut hukum negara dan diakui secara agama.
Bupati Thungari menekankan pentingnya tertib administrasi kependudukan sebagai dasar bagi semua kegiatan pemerintahan, termasuk pemberian fasilitas publik dan perlindungan hukum bagi pasangan suami istri. “Pernikahan yang tercatat secara resmi tidak hanya memenuhi syarat hukum, tetapi juga menjadi fondasi bagi keluarga yang harmonis dan berkualitas. Pemerintah daerah hadir untuk mendukung masyarakat agar setiap pernikahan sah secara hukum dan agama,” ujarnya.
Tujuan dan Manfaat Pernikahan Massal
Pernikahan massal merupakan salah satu program sosial dan administrasi kependudukan yang memiliki berbagai manfaat, antara lain:
-
Memastikan legalitas pernikahan
Semua pasangan pengantin mendapat akta nikah resmi yang diakui negara, memudahkan hak-hak sipil seperti kepemilikan rumah, rekening bank, dan akses pendidikan bagi anak. -
Mendorong pembentukan keluarga sah secara agama
Acara ini menekankan bahwa pernikahan harus sesuai dengan syariat dan tradisi setempat, sekaligus memperkuat nilai-nilai moral dan sosial di masyarakat. -
Meringankan biaya administrasi dan sosial bagi masyarakat kurang mampu
Program ini membantu pasangan yang kesulitan membiayai proses pencatatan pernikahan secara mandiri. -
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencatatan kependudukan
Dengan adanya pendampingan langsung dari Dukcapil, pasangan pengantin memahami prosedur administrasi yang benar dan dapat menghindari masalah hukum di kemudian hari.
Suasana Acara
Acara berlangsung khidmat dan hangat, dipenuhi sambutan antusias dari para pengantin dan keluarga. Selain Bupati dan Wakil Bupati, hadir pula para pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan perwakilan agama, yang semuanya ikut menyaksikan prosesi pencatatan pernikahan.
Selain pencatatan administrasi, acara ini juga diisi dengan sosialisasi tentang hak dan kewajiban suami istri, pendidikan keluarga berencana, serta tips membangun rumah tangga harmonis. Setiap pasangan pengantin menerima paket bantuan sosial berupa kebutuhan rumah tangga awal, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan keluarga baru.
Pernyataan Wakil Bupati
Wakil Bupati Tendris Bulahari menambahkan bahwa program pernikahan massal tidak hanya bertujuan administratif, tetapi juga mendorong budaya pernikahan yang sehat, bertanggung jawab, dan berbasis hukum. “Kami ingin memastikan bahwa setiap pasangan memiliki fondasi hukum yang jelas dan dukungan pemerintah untuk memulai kehidupan baru mereka,” ujarnya.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui kegiatan ini, pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berharap dapat:
-
Meningkatkan tingkat kepatuhan masyarakat terhadap hukum pernikahan dan kependudukan.
-
Membantu masyarakat mengakses hak-hak sipil dan sosial yang berkaitan dengan keluarga.
-
Mendorong terciptanya keluarga berkualitas, sejahtera, dan harmonis yang menjadi pondasi bagi pembangunan daerah.
Acara Pernikahan Massal di Tahuna ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah dapat hadir langsung dalam mendukung masyarakat, bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui partisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.




