Festival Seni Budaya Sangihe 2025 Berakhir Meriah, Ribuan Warga Memadati Pelabuhan Tua Tahuna

by -146 Views

News Tahuna – Penutupan Festival Seni Budaya Daerah Sangihe 2025 menghadirkan suasana yang sangat meriah dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Kepulauan Sangihe. Sejak Sabtu (15/11/2025) sore, ribuan warga dari berbagai kampung, kecamatan, hingga pulau-pulau terluar berdatangan ke kawasan Pelabuhan Tua Tahuna, lokasi puncak acara yang selama beberapa hari menjadi pusat penyelenggaraan festival.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak matahari mulai turun. Meski angin laut berembus cukup kencang, warga tetap memadati area pelabuhan untuk menyaksikan acara penutup yang digadang-gadang sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraan festival budaya di Sangihe. Hingga pukul 23.10 WITA, Pelabuhan Tua Tahuna telah berubah menjadi ruang publik raksasa, dipenuhi pengunjung yang datang untuk menikmati penampilan seni, sekaligus merayakan identitas budaya daerah.

Festival yang Menggugah Kebanggaan Daerah

Kemeriahan tidak hanya tampak pada jumlah pengunjung yang melimpah, tetapi juga pada rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya mereka. Banyak warga menilai festival ini berhasil menjadi ruang hidup bagi tradisi lokal yang sempat tergerus oleh modernisasi dan minimnya ruang ekspresi budaya.

Selama beberapa hari gelaran, festival menampilkan berbagai kompetisi seni, mulai dari tari tradisional, musik bambu, sastra lisan, atraksi adat, hingga pameran kuliner khas Sangihe. Ragam kegiatan itu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal kembali akar budaya daerah, sekaligus menunjukkan kreativitas komunitas seni dari berbagai penjuru kepulauan.

Andre, warga Tahuna yang turut hadir sejak sore, mengungkapkan kekagumannya terhadap pelaksanaan festival tahun ini. Menurutnya, penyelenggaraan tampak lebih tertata dan memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

“Acara ini menunjukkan bahwa budaya kita punya daya tarik besar. Torang merasa dihargai karena pemerintah mau menampilkan warisan Sangihe dengan baik. Semoga tahun-tahun berikutnya festival seperti ini tetap dipertahankan,” ujar Andre.

Sementara itu, Dani, warga Kecamatan Manganitu, menyebut festival ini membawa suasana yang sudah lama dirindukan masyarakat.

“Setelah sekian lama nda ada kegiatan besar, festival ini hadir sebagai hiburan yang menyejukkan. Torang rasa kembali satu sebagai orang Sangihe, karena budaya diangkat dan ditunjukkan secara terbuka. Kalau tahun depan ada lagi, pasti lebih ramai,” ungkapnya penuh semangat.

Pertunjukan Pamungkas yang Spektakuler

Menjelang penutupan, panggung utama menyuguhkan kolaborasi seni yang memadukan musik tradisional, tari kontemporer berbasis budaya lokal, serta atraksi khas Sangihe. Beberapa sanggar seni menampilkan pertunjukan bertema “Kapal-kapal dari Utara” yang menggambarkan perjalanan maritim masyarakat Sangihe sejak era kerajaan hingga modern.

Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai penonton menggema sepanjang pertunjukan berlangsung. Banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, menjadikan Pelabuhan Tua Tahuna dipenuhi cahaya dari ribuan kamera dan lampu panggung.

Harapan Besar untuk Tahun-Tahun Mendatang

Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat sekaligus menegaskan bahwa Festival Seni Budaya Daerah Sangihe akan terus dikembangkan sebagai agenda budaya tahunan. Selain bertujuan melestarikan tradisi, festival ini juga diharapkan mampu menjadi magnet wisata dan menggerakkan ekonomi lokal melalui UMKM kuliner, kriya, dan industri kreatif.

Menurut penyelenggara, tingginya partisipasi masyarakat tahun ini menjadi indikator kuat bahwa festival memiliki nilai strategis bagi Sangihe, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun penguatan identitas daerah.

Dengan berakhirnya pertunjukan pamungkas, Festival Seni Budaya Daerah Sangihe 2025 resmi ditutup, meninggalkan cerita, kebanggaan, dan harapan baru bagi seluruh warga kepulauan. Banyak pihak meyakini bahwa festival tahun ini akan menjadi standar baru bagi penyelenggaraan event budaya di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.