
News Tahuna – Curah hujan tinggi disertai angin kencang dan gelombang laut yang meningkat melanda Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Selasa (7/10/2025) dini hari. Dampak dari kondisi cuaca ekstrem ini sangat terasa di kawasan Boulevard Tidore, Tahuna, di mana gelombang laut menghantam pesisir dan menimbulkan tumpukan sampah serta material lain yang terbawa arus. Fenomena ini mengakibatkan gangguan signifikan pada aktivitas masyarakat, khususnya transportasi dan kegiatan ekonomi lokal.
Akibat kondisi tersebut, jalur transportasi utama di pesisir menjadi sangat sulit dilalui. Para pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki diminta ekstra hati-hati saat melintas, karena genangan air dan sampah yang berserakan meningkatkan risiko kecelakaan. Sementara itu, para nelayan menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan, mengingat gelombang tinggi dan arus yang deras dapat membahayakan kapal kecil maupun perahu tradisional yang biasa digunakan di perairan sekitar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sangihe bersama Pemerintah Kelurahan Tidore segera meninjau lokasi terdampak untuk melakukan penilaian awal. Tim mencatat adanya tumpukan sampah dan material yang menutupi sebagian jalan serta pesisir, yang dapat menghambat mobilitas warga dan menimbulkan risiko kesehatan akibat pencemaran lingkungan.
Kepala BPBD Sangihe, Irwan Tanjung, menjelaskan, “Kami segera mengerahkan petugas gabungan dan melibatkan warga setempat untuk melakukan pembersihan area terdampak. Selain itu, kami juga menyiapkan rambu peringatan untuk mengingatkan warga dan pengendara agar berhati-hati di kawasan pesisir. Situasi seperti ini harus menjadi perhatian bersama karena cuaca ekstrem bisa menimbulkan risiko tambahan, termasuk banjir rob dan longsor ringan.”
Selain membersihkan tumpukan sampah, BPBD dan pemerintah kelurahan juga menyiapkan langkah mitigasi jangka pendek, termasuk memperkuat tanggul sementara di beberapa titik rawan abrasi dan memantau gelombang laut secara rutin. Masyarakat pesisir dihimbau untuk menghindari aktivitas di tepi pantai selama cuaca ekstrem berlangsung.
Pemerintah daerah juga berencana mengadakan sosialisasi kesiapsiagaan bencana bagi warga, termasuk pelatihan tanggap darurat dan edukasi mitigasi sederhana. Tujuannya agar masyarakat mampu menghadapi cuaca ekstrem dengan lebih siap, meminimalkan kerugian material, serta menjaga keselamatan jiwa. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk membangun ketahanan bencana di wilayah pesisir Sangihe, yang rawan terdampak gelombang tinggi, hujan lebat, dan angin kencang.
Dalam laporan awal, selain Boulevard Tidore, beberapa titik pesisir lain di Tahuna juga mengalami dampak serupa, termasuk tumpukan sampah yang menutupi akses jalan dan mengganggu aktivitas perdagangan kecil di sekitar pelabuhan lokal. Pemerintah berharap, dengan kolaborasi aktif antara pihak BPBD, aparat kelurahan, dan masyarakat, gangguan akibat cuaca ekstrem ini dapat segera pulih dan kegiatan masyarakat kembali normal.
Upaya penanganan bencana di Sangihe menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem. Dengan langkah cepat, mitigasi tepat, dan edukasi berkelanjutan, risiko kerusakan dan potensi korban dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.




