Kelanjutan Wacana Pemekaran Sulawesi Utara: Kota Tahuna di Kabupaten Kepulauan Sangihe Siap Raih Tahta Menjadi Calon Ibukota Provinsi Nusa Utara

by -224 Views

Ilustrasi Wacana Pemekaran di Sulawesi Utara, Tahuna Bersiap Menjadi Ibu Kota Provinsi Nusa Utara. (pexels.com - Tatiana Fet)

Tahuna dalam Wacana Pembentukan Provinsi Nusa Utara: Potensi, Tantangan, dan Arah Masa Depan

News Tahuna – Tahuna merupakan kawasan perkotaan utama sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe di Provinsi Sulawesi Utara. Sebagai kota terbesar di wilayah kepulauan yang dikenal sebagai Nusa Utara—yang meliputi Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro—Tahuna telah lama memainkan peran sentral dalam aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, serta konektivitas antarpulau di bagian paling utara Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tahuna kembali menjadi sorotan publik menyusul munculnya wacana pembentukan Provinsi Nusa Utara, sebuah gagasan yang telah muncul sejak awal tahun 2000-an dan kembali menguat berkat dorongan tokoh masyarakat, akademisi, serta pemerintah daerah di wilayah kepulauan. Dalam skema pemekaran tersebut, Tahuna disebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi ibu kota provinsi baru, dengan pertimbangan letak geografisnya yang strategis, infrastruktur pemerintahan yang sudah berkembang, serta statusnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Indonesia–Filipina.


Tahuna Perlu Menjadi Kota Otonom

Salah satu prasyarat utama pembentukan provinsi baru di Indonesia adalah tersedianya minimal lima daerah kabupaten/kota di wilayah yang akan dimekarkan. Saat ini, wilayah Nusa Utara terdiri atas tiga kabupaten:

  1. Kabupaten Kepulauan Sangihe,

  2. Kabupaten Kepulauan Talaud,

  3. Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Dengan demikian, agar syarat minimal tersebut terpenuhi, wilayah ini membutuhkan tambahan dua daerah otonom baru. Salah satu langkah paling realistis adalah meningkatkan status Tahuna dari kota kecamatan menjadi kota otonom. Dengan status tersebut, Tahuna dapat berdiri sebagai satu entitas pemerintahan daerah setingkat kabupaten/kota.

Selain Tahuna, beberapa wilayah lain seperti Melonguane (Talaud) atau Tagulandang (Sitaro) juga disebut-sebut berpotensi untuk dikembangkan menjadi daerah otonom baru sebagai pemenuhan syarat pembentukan Provinsi Nusa Utara.


Kondisi Geografis dan Administratif Kabupaten Kepulauan Sangihe

Merujuk pada data yang disampaikan dalam salah satu kanal informasi lokal, Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki luas daratan 603,58 km². Wilayah ini terdiri atas 15 kecamatan dengan ratusan pulau besar dan kecil, beberapa di antaranya berpenghuni dan sebagian lainnya terpencil di jalur laut lepas menuju selatan Filipina.

Letak geografis yang strategis menjadikan Sangihe—dan khususnya Tahuna—bukan hanya sebagai pintu gerbang ekonomi kawasan timur laut Indonesia, tetapi juga sebagai simpul penting dalam sistem keamanan perbatasan negara. Kondisi ini membuat Tahuna sejak lama dipandang layak untuk menjadi pusat administrasi provinsi di masa depan.


Tahuna sebagai Pusat Ekonomi dan Mobilitas Nusa Utara

Sebagai kota terbesar di Sangihe, Tahuna telah mengembangkan peran multi-sektoral:

1. Pusat Pemerintahan dan Birokrasi

Hampir seluruh instansi vertikal dan perwakilan lembaga strategis pemerintah pusat hadir di Tahuna. Hal ini membuat kota ini sudah memiliki basis birokrasi yang cukup matang untuk naik kelas menjadi kota otonom.

2. Hub Ekonomi dan Perdagangan

Tahuna menjadi pusat distribusi komoditas pertanian, kelautan, dan perdagangan antarpulau. Aktivitas di Pelabuhan Tahuna, Pelabuhan Dagho, serta transportasi laut rute Tahuna–Manado dan Tahuna–Talaud menjadikannya simpul ekonomi vital.

3. Pendidikan dan Kesehatan

Tahuna memiliki sejumlah sekolah unggulan, rumah sakit rujukan, kampus, dan pusat pelatihan kejuruan yang menjadi acuan bagi wilayah kepulauan lain. Kapasitas ini memperkuat argumen bahwa Tahuna layak berstatus kota.

4. Pertahanan dan Keamanan

Sebagai kawasan perbatasan dengan Filipina, Tahuna ditempati sejumlah satuan TNI-Polri yang strategis. Keberadaan pangkalan militer menegaskan perannya sebagai benteng terdepan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.