Polda Sulut Raih Peringkat 1 Nasional Gerakan Pangan Murah, Capai 166 Persen dari Target
News Tahuna — Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) bersama jajaran Polresta dan Polres di seluruh wilayah provinsi berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar serentak oleh Polri bekerja sama dengan Perum Bulog sejak 8 Agustus 2025.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi (Anev) yang dilakukan oleh Satgas Gerakan Pangan Murah Mabes Polri, Polda Sulut dinobatkan sebagai peringkat 1 nasional dari 36 Polda di seluruh Indonesia. Capaian tersebut diraih karena Polda Sulut berhasil melebihi target penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat secara signifikan.
Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah Parulian Hasibuan menjelaskan, target penyaluran yang diberikan oleh Satgas Mabes Polri kepada Polda Sulut dan jajaran hingga 31 Desember 2025 sebesar 1.121.580 kilogram beras SPHP. Namun hingga 1 Oktober 2025, realisasi penyaluran sudah mencapai 1.858.580 kilogram, atau sekitar 166 persen dari target nasional.
“Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sulut dalam mendukung program nasional ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar Kombes Pol Alamsyah, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya diukur dari jumlah beras yang disalurkan, tetapi juga dari distribusi yang merata hingga ke wilayah terpencil dan pesisir Sulawesi Utara, seperti di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Bolaang Mongondow Selatan.
Kombes Pol Alamsyah menambahkan, meskipun telah melampaui target, kegiatan Gerakan Pangan Murah tetap dilanjutkan secara masif dan berkelanjutan di seluruh jajaran kepolisian daerah.
“Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar memenuhi target, tetapi juga untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, menekan inflasi, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Sulawesi Utara,” tambahnya.
Selain beras, program GPM juga menyalurkan komoditas kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, gula pasir, telur, dan cabai dengan harga terjangkau. Polda Sulut bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog, dan pelaku usaha lokal agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan dasar dengan harga stabil.
Gerakan ini turut diapresiasi oleh sejumlah kepala daerah dan tokoh masyarakat di Sulawesi Utara. Mereka menilai program tersebut berdampak langsung terhadap penurunan harga pangan di pasaran, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dengan capaian tersebut, Polda Sulut dinilai telah memberikan contoh nyata sinergi antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kestabilan sosial-ekonomi di daerah.




