Lomba Dayung Perahu Tradisional Meriahkan Hari Kelima Festival Budaya Sangihe 2025

by -131 Views

Lomba Dayung Perahu Tradisional Meriahkan Hari Kelima Festival Budaya Sangihe 2025

News Tahuna Memasuki hari kelima pelaksanaan Festival Budaya Sangihe (FBS) Tahun 2025, suasana di Kota Tahuna semakin semarak. Beragam kegiatan digelar untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan memperkokoh jati diri masyarakat Kepulauan Sangihe sebagai daerah kepulauan yang kaya akan tradisi bahari.

Salah satu acara yang paling menyita perhatian publik adalah Lomba Dayung Perahu Tradisional, yang berlangsung di bibir Pantai Boulevard, Kelurahan Sawang Bendar, Tahuna, pada Selasa (11/11/2025). Sejak pagi, ratusan warga sudah memadati area pesisir untuk menyaksikan langsung jalannya lomba yang menampilkan ketangkasan dan semangat kebersamaan nelayan serta masyarakat pesisir.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, didampingi oleh sejumlah pejabat Forkopimda dan panitia pelaksana FBS. Dalam sambutannya, Bupati Thungari menyampaikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi leluhur, terutama yang berakar dari kehidupan laut.

“Perahu dan laut adalah bagian dari identitas orang Sangihe. Melalui lomba ini, kita tidak hanya mempertahankan warisan nenek moyang, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, sportivitas, dan cinta terhadap budaya lokal,” ujar Bupati Thungari di sela-sela acara pembukaan.

Lomba dayung ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai kecamatan di Kepulauan Sangihe. Para peserta menggunakan perahu tradisional yang dihiasi warna-warni khas daerah, mencerminkan kekayaan seni dan kreativitas masyarakat pesisir. Jalur perlombaan membentang sepanjang beberapa ratus meter di tepi Boulevard Tahuna, dengan riuh sorak-sorai penonton yang memberi semangat kepada peserta.

Selain menampilkan ketangkasan mendayung, lomba ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga dan memperkuat semangat solidaritas antarkampung. Panitia menilai, kegiatan seperti ini bukan sekadar hiburan, melainkan juga wadah edukasi bagi generasi muda agar mencintai budaya maritim daerahnya sendiri.

Menurut Ketua Panitia FBS 2025, kegiatan lomba dayung tradisional telah menjadi bagian penting dari rangkaian festival sejak tahun-tahun sebelumnya. “Kami berupaya mempertahankan lomba ini karena daya tariknya luar biasa. Masyarakat tidak hanya menonton, tetapi turut berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Selain lomba dayung, hari kelima Festival Budaya Sangihe juga diisi dengan berbagai kegiatan lain seperti pameran kuliner khas daerah, parade busana tradisional, pertunjukan musik bambu, dan tari-tarian adat. Seluruh kegiatan ini berlangsung hingga malam hari dengan menampilkan kelompok seni dari berbagai kecamatan di Sangihe.

Pemerintah daerah berharap FBS tahun ini dapat menjadi ikon pariwisata budaya yang memperkuat posisi Sangihe di kancah nasional sebagai daerah yang konsisten menjaga warisan leluhur, sekaligus menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke wilayah perbatasan utara Indonesia tersebut.

“Budaya bukan hanya milik masa lalu, tapi juga sumber inspirasi untuk masa depan. Melalui festival ini, kita wariskan semangat cinta budaya kepada anak-anak muda Sangihe,” tutup Bupati Thungari.

Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme masyarakat, Festival Budaya Sangihe 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya kepulauan serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat pesisir yang majemuk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.