PLN UP3 Tahuna Terangi Pulau Terluar Sangihe 24 Jam, Wujudkan Energi Berkeadilan di Wilayah Perbatasan

News Tahuna – Tahun 2025 menjadi tahun bersejarah bagi masyarakat di sejumlah pulau terluar Kabupaten Kepulauan Sangihe. Melalui upaya konsisten dan komitmen untuk menghadirkan pemerataan energi, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Tahuna berhasil menyalakan listrik 24 jam penuh di tiga desa pulau, yakni Pulau Lipang, Pulau Bukide, dan Pulau Laotongan.
Sebelumnya, warga di tiga pulau tersebut hanya menikmati aliran listrik selama 12 jam setiap hari. Kini, berkat peningkatan kapasitas sistem kelistrikan dan efisiensi jaringan, mereka dapat menikmati penerangan selama 24 jam non-stop—sebuah perubahan besar yang disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Kabar menggembirakan itu disampaikan langsung oleh Manajer PLN UP3 Tahuna, Dimas, dalam program Dialog Pagi RRI Tahuna, Senin (27/10/2025), dengan topik Pelayanan Listrik Berkualitas di Wilayah Perbatasan, yang bertepatan dengan peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.
“Saya merasa sangat bersyukur karena di tahun 2025 ini PLN benar-benar memberi energi berkeadilan bagi masyarakat yang berada di kepulauan, khususnya di Desa Pulau Nanedakele, Pulau Lipang, dan Laotongan. Dulu hanya bisa menikmati listrik 12 jam, alhamdulillah sekarang sudah bisa beroperasi penuh 24 jam,” ujar Dimas dengan nada haru dan bangga.
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memperluas akses energi hingga ke wilayah perbatasan, daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), sekaligus memastikan bahwa masyarakat di pulau-pulau kecil memiliki hak yang sama dalam menikmati layanan energi berkualitas seperti di daerah perkotaan.
Selain memperluas jaringan listrik, PLN UP3 Tahuna juga aktif melaksanakan berbagai program sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya melalui kegiatan “PLN Berbagi Kasih”, di mana para karyawan dan karyawati secara rutin memberikan bantuan sosial kepada warga kurang mampu setiap bulan.
“Kami di PLN Tahuna tidak hanya bekerja menyalurkan listrik, tapi juga berusaha membawa terang dalam arti yang lebih luas — menerangi kehidupan masyarakat. Salah satunya lewat program berbagi kasih yang sudah menjadi agenda rutin,” tambah Dimas.
PLN UP3 Tahuna juga mencatat pencapaian lain yang cukup membanggakan pada tahun ini. Sejak Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 107 pelanggan baru telah mendapatkan pemasangan listrik secara gratis. Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemerataan akses listrik bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan dan kepulauan.
Tak hanya untuk masyarakat umum, PLN juga memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan. Pada semester kedua tahun 2025, PLN UP3 Tahuna sukses melakukan pemasangan baru gratis bagi 18 sekolah di wilayah Sangihe. Upaya ini diharapkan dapat membantu kegiatan belajar mengajar agar lebih optimal, terutama di sekolah-sekolah yang sebelumnya terkendala keterbatasan listrik.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi sekolah di Sangihe yang belajar dalam kegelapan. Dengan listrik yang stabil dan terjangkau, anak-anak bisa belajar lebih baik, guru pun bisa mengajar dengan fasilitas yang memadai,” jelas Dimas.
Peningkatan layanan kelistrikan di wilayah perbatasan seperti Tahuna juga menjadi bukti nyata peran PLN dalam mendukung program pemerintah untuk pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Selain menambah kapasitas daya listrik, PLN terus memperkuat infrastruktur jaringan dan menyiapkan sistem cadangan untuk menjamin keandalan pasokan energi.
Dimas menambahkan, kerja keras seluruh jajaran PLN UP3 Tahuna tak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah, serta aparat TNI/Polri yang membantu menjaga kelancaran operasional di lapangan.
“Semua ini tidak akan tercapai tanpa kerja sama yang baik dari semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung dan menjaga fasilitas PLN di wilayah mereka,” tutupnya.
Langkah PLN UP3 Tahuna menerangi pulau-pulau terluar bukan hanya sebatas keberhasilan teknis, tetapi juga simbol pemerataan energi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di ujung perbatasan negeri. Dengan semangat “Terangi Negeri”, PLN terus berkomitmen menghadirkan cahaya hingga ke pelosok nusantara.




