Warga Tahuna Dikejutkan Gempa Magnitudo 4,5 Pagi Ini
News Tahuna – Warga di sekitar Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, sempat dikejutkan oleh guncangan gempa bumi yang terjadi pada Rabu pagi, 29 Oktober 2025. Gempa ini terjadi tepat pada pukul 07.09 WIB dan terasa di beberapa wilayah sekitar, membuat masyarakat terbangun dan sebagian besar keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar.
Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,5 dengan pusat atau episentrum berada di 282 kilometer barat laut Tahuna. Kedalaman gempa dicatat mencapai 500 kilometer, sehingga dikategorikan sebagai gempa dalam. Jenis gempa seperti ini biasanya menimbulkan getaran yang terasa di permukaan, namun potensi kerusakan fisik relatif rendah dibanding gempa dangkal.
Menurut data awal yang dirilis melalui akun resmi BMKG di platform X (Twitter), gempa ini termasuk gempa bumi dalam yang bersumber dari aktivitas tektonik di zona subduksi lempeng di perairan utara Sulawesi. Karena kedalaman episentrum yang cukup besar, guncangan terasa ringan hingga sedang di wilayah pesisir Tahuna, sementara di pulau-pulau kecil sekitar Sangihe, warga melaporkan getaran yang mirip goyangan ringan.
Meskipun tidak menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan atau infrastruktur, gempa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah akan potensi risiko seismik yang selalu ada di wilayah kepulauan. Pemerintah lokal melalui BPBD Tahuna telah melakukan patroli dan pemantauan lokasi-lokasi rawan, termasuk sekolah, pelabuhan, dan fasilitas publik lainnya, guna memastikan tidak ada korban maupun kerusakan akibat gempa susulan.
Ahli geofisika dari BMKG menjelaskan, gempa dengan kedalaman lebih dari 300 km cenderung menghasilkan getaran yang tersebar luas namun tidak memicu tsunami, sehingga masyarakat dihimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Aktivitas ini juga menjadi pengingat bagi warga untuk selalu memahami prosedur evakuasi darurat, terutama mereka yang berada di pesisir dan pulau-pulau kecil yang lebih rentan.
Selain itu, pemerintah daerah menghimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap memonitor informasi resmi dari BMKG, dan memperkuat kesadaran mitigasi bencana. Beberapa langkah yang dianjurkan termasuk:
-
Menyimpan nomor darurat BPBD dan SAR lokal.
-
Mengamankan peralatan rumah tangga dan memastikan jalur evakuasi aman.
-
Melakukan simulasi evakuasi di sekolah dan tempat umum secara rutin.
Sejumlah warga Tahuna mengaku sempat panik, namun berterima kasih atas informasi cepat dari BMKG dan pemerintah daerah yang telah memberikan panduan serta himbauan keselamatan. Mereka berharap pemerintah terus meningkatkan sosialisasi kesiapsiagaan bencana mengingat Tahuna dan Kepulauan Sangihe secara geografis berada di zona rawan gempa.
Fenomena gempa bumi pagi ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Sangihe untuk selalu waspada dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang tepat. Selain itu, pihak berwenang menegaskan bahwa kegiatan pemantauan seismik akan terus dilakukan, agar setiap potensi gempa atau gempa susulan dapat segera diantisipasi dan diminimalkan dampaknya.




