Festival Seni Budaya Sangihe 2025 Berakhir Meriah, Ribuan Warga Memadati Pelabuhan Tua Tahuna

by -98 Views

Penutupan Festival Seni Budaya Sangihe 2025 di Tahuna: Semarak, Penuh Warna, dan Menghidupkan Tradisi Lokal

News Tahuna – Penutupan Festival Seni Budaya Daerah Sangihe 2025 menghadirkan pemandangan yang spektakuler dan menjadi salah satu momen budaya terbesar tahun ini di Kepulauan Sangihe. Sejak Sabtu, 15 November 2025 sore, ribuan warga dari berbagai penjuru kepulauan mulai memadati kawasan Pelabuhan Tua Tahuna, yang menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan penutup festival tahun ini.

Hingga menjelang tengah malam, arus masyarakat tidak menunjukkan tanda-tanda surut. Pada pukul 23.10 WITA, area pelabuhan telah berubah menjadi ruang publik raksasa, dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan sajian pamungkas dari festival yang selama beberapa hari menghadirkan berbagai bentuk kompetisi seni dan budaya, mulai dari tarian tradisional, musik lokal, lomba permainan rakyat, hingga pameran kerajinan tangan khas Sangihe.

Semangat Masyarakat & Generasi Muda

Kemeriahan festival tidak hanya tampak pada keramaian penonton, tetapi juga pada semangat dan antusiasme masyarakat. Banyak pengunjung yang datang membawa rasa bangga terhadap tradisi lokal mereka. Festival ini dianggap sebagai ruang penting untuk menghidupkan kembali budaya Sangihe sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda yang tumbuh di era digital.

Salah satu pengunjung, Andre, warga Tahuna, menuturkan:

“Saya terkesan dengan penyelenggaraan festival tahun ini. Semua acara tertata rapi dan lebih menarik dibanding tahun sebelumnya. Acara ini membuat kita lebih menghargai budaya kita sendiri sekaligus mengenalkannya ke anak-anak muda yang kini lebih familiar dengan gadget daripada seni tradisional.”

Tidak hanya warga lokal, festival juga menarik perhatian pengunjung dari kabupaten dan pulau lain, bahkan beberapa turis mancanegara yang sedang berkunjung ke Sangihe. Hal ini menunjukkan bahwa festival budaya lokal dapat menjadi magnet pariwisata, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian tradisi.

Rangkaian Kegiatan Festival

Festival Seni Budaya Sangihe 2025 telah digelar selama beberapa hari, menampilkan berbagai kegiatan:

  • Kompetisi Tari Tradisional & Musik Lokal: Menampilkan kesenian unik Sangihe seperti tarian perang, musik tifa, dan kolaborasi orkestra alat musik tradisional.

  • Pameran Kerajinan Tangan & Kuliner Tradisional: Produk lokal seperti tenun Sangihe, kerajinan kayu, serta makanan khas lokal menjadi pusat perhatian.

  • Lomba Permainan Rakyat: Anak-anak dan remaja berpartisipasi dalam lomba tradisional seperti egrang, balap karung, dan tarik tambang.

  • Workshop Budaya & Edukasi: Memberikan pemahaman lebih dalam kepada generasi muda mengenai filosofi, nilai, dan sejarah kesenian Sangihe.

Kegiatan-kegiatan ini berhasil menghidupkan interaksi lintas generasi, dimana orang tua bisa mengenalkan tradisi mereka kepada anak-anak, sekaligus membuka ruang bagi anak-anak muda untuk mengekspresikan kreativitas melalui interpretasi modern dari budaya tradisional.

Dukungan Pemerintah & Komunitas

Pemerintah Kabupaten Sangihe memberikan dukungan penuh terhadap festival ini, baik dari segi anggaran, fasilitas, maupun pengamanan. Penyelenggaraan yang tertata rapi merupakan hasil kerja sama instansi pemerintah, organisasi masyarakat, sekolah, dan komunitas seni lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sangihe, Maria L. Tangkudung, mengatakan:

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga strategi untuk melestarikan budaya dan memperkuat identitas lokal. Selain itu, ini juga mendukung ekonomi lokal karena banyak UMKM yang terlibat dalam pameran dan penjualan produk lokal.”

Implikasi & Manfaat Jangka Panjang

Festival Seni Budaya Sangihe 2025 menunjukkan potensi besar budaya lokal sebagai alat pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Dampak positif yang terlihat meliputi:

  1. Pelestarian Budaya: Tradisi lokal tetap hidup dan dikenal generasi muda.

  2. Peningkatan Pariwisata: Festival menarik wisatawan dari luar daerah sehingga meningkatkan kunjungan dan konsumsi lokal.

  3. Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: UMKM lokal mendapatkan ruang promosi produk, mulai dari kerajinan tangan hingga kuliner tradisional.

  4. Penguatan Identitas Sosial: Masyarakat Sangihe semakin bangga dengan warisan budaya mereka dan memiliki rasa kebersamaan yang lebih kuat.

Kesimpulan

Penutupan Festival Seni Budaya Sangihe 2025 di Pelabuhan Tua Tahuna bukan hanya sebuah acara tahunan, tetapi juga simbol kebangkitan budaya dan kreativitas lokal. Kemeriahan, antusiasme warga, dan dukungan pemerintah menunjukkan bahwa budaya Sangihe memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, pendidikan, dan ekonomi di daerah.

Dengan keberhasilan festival ini, Sangihe berpeluang menjadi pusat budaya dan pariwisata unggulan di Sulawesi Utara, sekaligus memberi inspirasi bagi daerah lain untuk menggabungkan pelestarian tradisi dengan inovasi modern, agar budaya tetap hidup di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.