Kebakaran rumah di Sangihe, dua korban meninggal

by -164 Views

Kebakaran rumah di Sangihe, dua korban meninggal

News Tahuna — Kebakaran hebat melanda sebuah rumah yang sekaligus menjadi tempat produksi tahu dan tempe milik seorang warga bernama Sukri di Kelurahan Soataloara Dua, Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Peristiwa tragis yang terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 06.30 WITA itu mengakibatkan dua orang pekerja tewas dalam kondisi mengenaskan.

Menurut keterangan Bintara Penerangan (Bapen) Kodim 1301/Sangihe, Serda Prasetya, kedua korban merupakan pekerja pabrik rumahan tersebut, yang berasal dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Keduanya ditemukan sudah dalam keadaan hangus terbakar di dalam sebuah kamar di bagian belakang rumah.

“Kedua korban, Faisal (20) dan Windu (17), adalah pekerja dari Demak. Mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dengan kondisi tubuh hangus terbakar di dalam kamar,” jelas Serda Prasetya.

Ia menambahkan bahwa proses evakuasi dilakukan secara cepat oleh tim gabungan yang melibatkan personel Koramil 1301-05/Tahuna, anggota Polres Kepulauan Sangihe, Basarnas, serta Tim Kesehatan. Kedua jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Liungkendage Tahuna untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Awal Mula Kebakaran

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi di lokasi, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pemilik usaha, Sukri, yang sedang memasak kedelai menggunakan kompor. Saat proses memasak berlangsung, api tiba-tiba menyambar ke arah penutup tangki berisi bensin yang berada tidak jauh dari tungku.

“Saat pemilik usaha tengah memasak tahu dan tempe, api mendadak menjalar ke penutup tangki berisi bensin. Dalam hitungan detik, api langsung membesar dan merembet ke seluruh bagian rumah,” ungkap Serda Prasetya.

Besarnya volume bahan mudah terbakar di sekitar area produksi menyebabkan api dengan cepat menguasai bangunan—termasuk kamar tempat kedua pekerja beristirahat. Karena kebakaran terjadi pada pagi hari ketika sebagian pekerja masih berada di dalam ruangan, dua korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Respons dan Penanganan

Petugas gabungan berusaha keras memadamkan api dan melakukan pencarian korban di dalam bangunan yang sudah hampir rata terbakar. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena material bangunan yang mudah terbakar serta keberadaan sejumlah peralatan produksi yang ikut memicu cepatnya penyebaran api.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan kedua korban dalam kondisi tidak bernyawa. Kerugian materi belum dapat dipastikan tetapi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, mengingat seluruh bangunan dan peralatan usaha turut hangus.

Hingga kini, aparat Polres Kepulauan Sangihe masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk memeriksa posisi tangki bensin, kondisi kompor, serta mencari kemungkinan kelalaian lain yang menjadi pemicu insiden.

Imbauan Keselamatan

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha rumah tangga yang menggunakan bahan bakar dan peralatan berisiko tinggi. Pihak kepolisian dan TNI mengimbau masyarakat untuk meningkatkan keamanan dalam aktivitas produksi, terutama terkait penyimpanan bahan mudah terbakar serta standar keselamatan kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.